Home / Kesehatan

Rabu, 1 Juli 2020 - 09:00 WIB

Cara Mengatasi Balita yang Susah Makan

Cara Mengatasi Balita yang Susah Makan

Cara Mengatasi Balita yang Susah Makan

Mempunyai balita susah makan adalah permasalahan umum yang hampir dimiliki oleh setiap orangtua di dunia. Jangan menyalahkan diri sendiri atas situasi ini. Carilah cara untuk mengatasi kondisi tersebut, misalnya dengan melakukan beberapa tips berikut ini.


Balita sedang senang mengeksplorasi dunianya, termasuk menentukan makanan yang disukai dan tidak disukainya. Ketika anak menolak makan, ia sebenarnya sedang mulai mempraktikkan kemandirian.
Orang tua tentu tidak boleh tinggal diam ketika anak tidak mau makan karena akan berdampak pada kesehatannya.

Balita susah makan bukan hanya berarti ia sama sekali tidak mau makan. Melainkan, anak akan menunjukkan sikap yang spesifik ketika ia disodorkan makanan yang harus dilahapnya, seperti:

  1. Tidak mau makan makanan yang memiliki warna atau tekstur tertentu
  2. Hanya mau makan makanan tertentu selama beberapa hari
  3. Tidak mau mencoba variasi makanan yang baru
  4. Menolak makanan yang dulu menjadi favoritnya
  5. Hanya mau makan dengan alat makan tertentu atau malah menggunakan tangan.
  6. Menutup mulut ketika disuapi makanan

Banyak orangtua yang khawatir ketika balita susah makan. Ada beberapa alasan mengapa anak Anda melakukan hal ini, yaitu:

  1. Jam makan yang berantakan
  2. Nafsu makan setiap anak memang berbeda, tergantung usia dan aktivitas yang dilakukannya
  3. Balita sudah tidak lagi mengalami fase pertumbuhan yang cepat, tidak seperti bayi pada masa growth spurt
  4. Ukuran lambung balita masih kecil, tidak seperti anak-anak yang usianya lebih besar
  5. Fokus balita masih mudah terganggu oleh hal-hal yang terjadi di sekitarnya sehingga mereka tidak terlalu fokus pada makanan
  6. Balita ingin memperlihatkan bahwa ia juga bisa mandiri dengan menentukan makanan yang ingin dikonsumsinya maupun tidak.
Baca Juga   Kegiatan Produktif yang Dapat Anda Lakukan Dirumah Ketika Covid-19 Menyerang

Kadang kala, balita susah makan juga disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, misalnya sakit gigi, radang tenggorokan, diare, atau bahkan konstipasi yang membuat perutnya terasa tidak enak. Pertumbuhan gigi pada balita juga akan mempengarungi kesehatan balita kesayangan kita.
Apa pun alasan balita susah makan, orangtua tidak boleh menyerah begitu saja. Pastikan kita menyediakan makanan yang sehat dan biarkan kesayangan memilih sendiri makanan yang diinginkannya.

Tips mengatasi balita susah makan

  1. Tawarkan finger food
    Ini dimaksudkan agar ia bisa menyalurkan kemandiriannya dengan menyuapkan sendiri makanan yang dipilihnya ke mulut. Pastikan finger food ini tidak rawan membuat kesayangan kita tersedak.
  2. Jangan beri iming-iming
    Menawarkan hadiah jika anak mau makan mungkin terlihat sebagai hadiah yang layak bagi Si Kecil. Namun, para praktisi anak menilai hal ini akan membuat suasana makan tidak sehat bagi psikologis anak dan akan membuat anak menjadi manja.
  3. Makan bersama anak
    Ketika Si Kecil melihat kita atau saudaranya makan, nafsu makannya juga bisa meningkat. Apalagi jika kita atau saudaranya makan dengan lahap, si kecil akan semakin bersemangat untuk makan.
  4. Tetap tawarkan makanan yang ia tolak
    Balita butuh waktu untuk menyukai makanan yang baru. Jadi, jangan menyerah untuk menawarkan makanan yang ia tolak sebelumnya agar ia terbiasa dengan seluruh makanan.
  5. Seimbangkan asupan cairannya
    Minum terlalu banyak jus buah, apalagi beberapa saat sebelum jadwal makannya akan membuat balita susah makan. kita sebaiknya memberi cairan setelah anak makan dan utamakan memberinya air putih atau susu. Kita juga bisa menggantikan jus dengan buah yang dihaluskan sarinya saja.
  6. Atur jam makannya
    Jangan berikan makanan terus menerus, misalnya kita telah memberi sarapan di jam 8 pagi, lalu di jam 9 pagi kita memberikan cemilan dan jam 10 kita beri susu, maka jangan harap ia bisa lahap di saat makan siang karena malah justru ia sudah kekenyangan dan tidak sehat terhadap tubuhnya.
    Orangtua juga harus pintar membaca gerak tubuh anak. Jika ia ingin bermain-main dengan makanannya, misalnya menjilat, meremas, atau mengaduk-aduk, biarkan saja. Ketika anak bermain, cobalah masukkan 1-2 suap makanan ke mulutnya dan biarkan ia tetap bermain.

Share :

Baca Juga

Prinsip Ampuh Menurunkan Berat Badan dengan Metode Clean Eating

Kesehatan

Prinsip Ampuh Menurunkan Berat Badan dengan Metode Clean Eating
Tips Memproteksi Diri dari Virus Corona

Kesehatan

Tips Memproteksi Diri dari Virus Corona
Istilah dalam Corona Virus Disease (Covid-19)

Kesehatan

Istilah dalam Corona Virus Disease (Covid-19)
Kegiatan Produktif yang Dapat Anda Lakukan Dirumah Ketika Covid-19 Menyerang

Kesehatan

Kegiatan Produktif yang Dapat Anda Lakukan Dirumah Ketika Covid-19 Menyerang
Tips Work From Home selama Pandemi COVID-19 Agar Tidak Membosankan

Kesehatan

Tips Work From Home selama Pandemi COVID-19 Agar Tidak Membosankan
Vegetarian Gak Enak? Baca ini Dulu

Kesehatan

Vegetarian Gak Enak? Baca ini Dulu
Tips Simple & Cepat Obati Luka Memar di Rumah

Kesehatan

Tips Simple & Cepat Obati Luka Memar di Rumah
Cara Hilangkan Jerawat dengan Alami

Kesehatan

Cara Hilangkan Jerawat dengan Alami